LAKUKAN INI AGAR BAYIMU TIDAK GTM
Latar Belakang
Salah satu sumber
keresahan terbesar para orang tua yang memiliki bayi adalah kondisi anak GTM.
Kondisi dimana anak menolak untuk membuka mulut atau menolak makanan yang
masuk. Kondisi ini tentunya membuat para ibu menjadi khawatir, terutama anak
dengan berat badan kurang. Kondisi GTM bisa berpengaruh pada tumbuh kembang
anak, terutama di masa periode awal pertumbuhan. Bila dibiarkan dalam waktu
yang lama di khawatirkan anak akan mengalami stunting, kondisi kurang nutrisi pada anak.
Penyebab GTM
Berbagai macam
cara dilakukan oleh para orang tua agar anak mau membuka mulutnya dan mau
makan. Kini banyak sekali varian makana
instan yang bisa dipilih orang tua guna menumbuhkan selera makan si
kecil. Namun sampai saat ini makanan instan masih menjadi perdebatan, apakah
makan itu baik untuk anak?. Apak ada efek simpang dari pemberian makan instan
pada anak?. Terlepas dari semua perdebatan berikut ini adalah beberapa hal yang
membuat anak GTM.
1. Kondisi
alami, biasanya anak akan sulit makan karena kondisi pertumbuhan yang
terjadi dalam dirinya. Seperti kita ketahui gigi anak akan mulai tumbuh pada
usia balita, proses ini menyebabkan ketidak nyamanan pada anak terutama saat
menguyah makanan.
2. Kondisi
sakit, anak yang masih memiliki daya tahan tubuh lemah akan membuat mereka
gampang terserang penyakit. Kondisi yang paling umum terjadi pada anak adalah
terserang penyakit pada saluran pernafasan dan pencernaan. Kondisi ini tentunya
akan berpengaruh pada nafsu makan anak.
3.
Kondisi
psikologis, beberapa anak dengan trauma saat makan meningkatkan kemungkinan
anak untuk GTM. Biasanya anak yang mengalami pengalaman buruk saat makan akan
menolak untuk makan. Pemaksaan dan bentakan pada anak bisa membuat mereka
trauma terhadap makanan.
4. Kondisi
indra yang sensitive. Pada beberapa anak memungkinkan mereka terkena GTM
karena sensitivitas pada salah satu indranya. Biasanya indra pengecap mereka
cukup sensistiv terutama terkait suhu, ada anak yang suka dingin, ada anak suka
panas.
5. Kenyang,
bisa jadi anak sulit makan karena sebelumnya sudah mencicil makan dengan
camilan. Camilan manis dan berpengawet juga turut membuat anak menjadi memilih
makanan. Anak cenderung mudah bosan dan memilih makanan yang masuk.
6. Terlalu banyak distraksi, anak biasanya
menolak untuk makan karena kondisi lingkungan yang tidak mendukung. Terlalu
banyak stimulus di sekitarnya membuat anak menjadi rewel, seperti terlalu
ramai. Anak dengan gadget akan lebih
mudah GTM karena fokusnya hanya pada gadgetnya.
1.
Buat
jadwal makan dan aktivitas pada anak, pemberian makan sebelum waktunya akan
membaut anak bingung. Anak juga cenderung merasa sudah kenyang saat makan besar
berlangsung.
2. Hindari
pemberian gula tambahan pada anak, selain bisa membuat anak merasa kenyang
gula juga memicu tantrum pada anak teruma gula putih.
3. Biarkan anak
mengeksplore indra pengecap dan peraba, jangan selalu di suapin, biarkan
dia makan sendiri meskipun belepotan.
4. Perhatikan
menu makanan, anak juga bisa bosan dengan makanannya. Terutama anak yang
sudah terpapar dengan MSG DAN GULA.
Biasanya mereka jauh lebih sulit dipenuhi seleranya. Kreasikan makan dengan
berbagai bentuk yang menarik anak.
5. Buat suasana
makan menjadi menyenangkan, jangan terpaku hanya menggunakan alat makan
saja. Sesekali coba makan di atas daun pisang atau alas lainya, biarkan jika
dia mau makan pakai centong nasi, atau sayur. Selama masih hygenis dan tidak
membahayakan.
6. Beri
contoh, usahakan makan di meja makan, jika tidak memungkinkan usahakan
makan bersama. Anak biasanya akan meniru orang di sekitarnya, peran ayah juga
sangat diperlukan. Buat gesture bahagia saat makan, dan libatkan anak untuk
menyuapi kita, saling menyuapi. Sehingga
ada pengalaman berbeda saat makan dan bonding dengan orang tua.

Komentar
Posting Komentar