Cara Menjelaskan Mimpi Basah Pada Anak Laki-Laki
LATAR BELAKANG
Permasalahan umum yang sering terjadi pada orang tua saat anaknya masuk usia baliga adalah menjelaskan terkait mimpi basah. Permasalahn muncul ketika anak sudah mulai masuk puber dan orang tua merasa canggung untuk menjelasakan. Terlebih bagi saudara muslim yang menjadikan masa pubertasa atau baligh sebagai acun dalam keimana dan peribatan. Pumbertas adalah penanda bagi seseorang diwajibkan untuk sholat, berhijab bagi perempuan dan anak mulai menaggung dosanya sendiri.
Biasanya orang tua akan saling lempar untuk menjelaskan apa yang di alami anak, bahkan beberapa diantara mereka meminta bantuan guru untuk menjelaskan. Orang tua merasa malu, tidak sopan, canggung jika harus menjelasakan pada anak terkait mimpi basah. Orang tua juga merasa khawatir jika akan memantik rasa ingin tahu anak jika menjelasakan mimpi basah. Mereka khawatir anak akan mencari tahu isi dari mimpi dan akhirnya menjerumuskan mereka pada pornografi. Hal inilah yang membuat orang tua sulit untuk menjelaskan.
Definisi
pubertas
Banyak literatur yang
menyebutkan pada usia berapa anak akan mulai pubertasa, ada yang menyebutkan
usia belasan dan yang menyebut mulai usai 9 tahun. Setiap anak akan memilik
waktu baligh yang berebda-beda bergantung pada kondisi anak tersebut. Pubertas sendiri bermakna fase dimana
anak mencapai kematangan pada organ reproduksinya.
Pada masa ini sejumlah perubahan
besar akan terjadi pada anak, baik secara fisik, mental dan kognitif. beberapa
rambut akan tumbuh di daerah tertentu, pada anak perempuan akan tumbuh payudara
dan laki-laki akan tumbuh jangkun. Secara kognitif anak akan mulai bisa berfikir secara kritis, kemampuan otaknya akan jauh lebih kompleks serta mampu
menemukan problem solving. Pada beberapa anak juga akan mulai jauh lebih
sensitive, mudah marah bahkan menutup diri karena perubahan yang dialami.
Hal paling penting yang perlu
diperhatikan orang tua adalah kematangan organ reproduksi. Orang tua harus
mulai perhatian terhadap pergaulan anak dan harus mengawasi kegiatan anak
secara penuh. Pemahaman dan nila- nilai moral harus ditekankan pada anak
sehingga dia mengetahui apa yang boleh dilakukan apa yang tidak boleh. Orang
tua juga harus menjelasakan hukum sebab akibat, dan mengajarkan anak tentang
resiko dari setiap tindaknya. Pendidikan ini tidak kalah pentinya dari
menjelasakan tentang mimpi basah.
Cara
menjelasakan mimpi basah pada anak
Pendidikan terkait seks harusnya
sudah mulai di kenalkan sejak balita, dimana anak mulai diajari terkait
identitas diri dan jenis kelamin. Tahapan selanjutnya kita akan mulai
mengenalkan bagaimana cara membersihkan diri selepas buang kotoran. Di agama
islam ada bab yang menjelaskan terkait thoharoh atau bersuci setelah buang air
baik besar maupun kecil. Berikutnya orang tua akan menjelasakan terkait usia
baligh dan kewajiban yang harus dilakukan. Berikut ini adalah beberapa cara
untuk menjelasakan mimpi basah pada anak.
1.
Kenalkan
seluruh organ tubuh
Seperti penjelasan di atas
mengenalkan seluruh anggota tubuh memiliki peran penting. Mengenalkan seluruh
organ tubuh akan memberikan informasi pada anak terkait tubuhnya dan fungsinya.
Sehingga ketika anak mendengar kata payudara mereka akan menangkap bahwa itu
digunakan untuk menyusui bayi pada perempun. Alat kelamin untuk buang air,
sedangkan vagina untuk melahirkan dan mentruasi. Ajarkan bahwa penis tempat buang air kecil dan
keluarnya cairan saat mimpi basah. Ajarkan bahwa itu wajar dan normal.
2.
Jelasakan
masa pubertas
Menjelasakan masa pubertas penting
untuk dillakukan guna memberikan pemahaman terkait perubahan yang akan dialami
anak. Hal ini akan mengurangi rasa cemas jika anak mulai mengalami perubahan
pada tubuhnya.
3.
Metode
bercerita pengalaman
Parents bisa menggunakan pengalaman
pribadi saat melalui masa pubertasa, sehingga anak mendapat gambaran langsung
apa yang akan dia alami selanjutnya.
4.
Metode
pancing
Parents bisa menggunakan metode
pancing dimana orang tua bisa mengajukan pertanyaa pada anak tentang mimpi
basah. Pancing pengetahuanya, serta luruskan pemahaman yang salah.
5.
Metode
pakai alat peraga
Saat ini banyak sekali panduan
yang menyajikan cara menjelasakan mimpi basah pada anak. Orang tua bisa
menggunakan boneka dan cairan tekstur kental untuk membantu menjelaskan. Seperti
“ nak lihat ini kamu (menunjukk pada boneka), ini kasur bila pada suatu pagi
kasurmu ada cairan ini maka kamu sudah baligh”. Orang tua bisa mengkombinasikan
beberapa metode di atas untuk membantu dalam penjelasan.
6.
Cara
menjaga diri
Metode ini adalah kelanjutan dari
menjelasakan masa pubertas pada anak. Ajarkan cara bersuci dan membersihkan
kelamin pasca mimpi basah. Tekankan untuk selalu menjaga kemaluan dan
melindunginya.
Cara
menghadapi pertanyaan-pertanyaan anak
Banyak dari orang tua merasa
kebingungan jika mendapat pertanyaan apa isi mimpi basah? Apa bedanya dengan
mengompol. Agar tidak terlalu vulgar jelasakan “ jika kamu bermimpi di peluk
dan di cium selain mama dan paginya kamu seolah mengompol itu mimpi basah.
memang sulit dibayangkan tapi suatu hari kamu akan mengalami dan kamu akan tahu
maksud dari penjelasan mama”. Cara ini bisa digunakan parents saat menjelasakan
pertanyaan anak.
Hal terpenting adalah bersikap tenang, semakin kita gugup maka anak akan menangkap ada sesuatu yang sengaja di tutupi. Ajarkan anak untuk mengkomunikasikan apa yang dia alami. Bagaimana jika kita terlewat, anak sudah mimpi basah tapi kita belum sempat menjelaskan?. Idealnya memang harus mulai dijelasakan ketika anak sudah mulai ada tanda-tanda mendekati pubertas. Tetapi jika terlewat orang tua bisa menggunakan metode pancing pada anak untuk mengetahui sejauh mana pengetahuannya. dari sana luruskan pemahamn yang salah dan bimbing anak.

Komentar
Posting Komentar