Kesulitan berbicara dengan anak gadis
Sering kali sebagai orang tua berharap agar bisa senantiasa dekat dengan anak kita. Namun seiring bertambahnya usia anak menjadi lebih pendiam dan cenderung asik dengan dunianya sendiri. Anak cenderung lebih memilih berbicara dengan temannya atau lebih asik dengan gadgetnya. Tidak jarang orang tua menjadi sulit untuk mengakses kamar gadgetnya dengan alasan privasi. Sejauh mana si privasi anak, sampai batasan mana orang tua bisa melakukan intervensi dan mengetahui menjadi problem pengahalang terciptanya komunikasi dengan anak.
Berbicara mengenai privasi terutama anak gadis merupakan hal yang penting dikenalkan. Karena anak gadis tanpa mengenal privasi maka dia akan mudah menyerahkan hal paling berharga dari dirinya. Lalu bagaimana cara tetap dekat dengan anak tanpa melupakan konsep privasi mari kita bahas satu persatu
Setiap anak memang memiliki arena privasi yang tidak boleh di langgar tapi arena ini memili syarat dan ketentuan untuk berlakunya. Seperti kamar, orang tua tidek boleh mengakses ketika si gadis ganti baju, sedang tidur atau mengerjakan aktivitas perempuan lainya seperti saat anak melakukan perawatan daerah sesitif dan kewanitaan, selebihnya kamar harus tetap terbuka. Setiap kali orang tua ingin masuk kamar pastikan untuk ketuk pintu agar si anak tau kedatangan kita. Mengenai hp orang tua berhak mengetahui aktivitas di hpnya tapi bukan berati kita sampai perlu mengcloning hp anak kita. Cukup minta anak untuk menceritakan apa yang di akses, komunikasi dengan siapa saja dan bahasa apa saja yang digunakan. Saat mendapati sesuatu yang aneh jangan langsung di marahi biarkan dia menyelesaiakn ceritnya baru sebutkan ketidak setujuan kita, kekecewaan kita atau koreksi sesuatu yang salah.
Langkah selanjutnya ada kenali lingkunganya, temanya, idolanya, favoritnya jadilah teman bicara yang asik. Paksa diri untuk melakukan observasi sesibuk apapun diri kita. Biasakan ada waktu khusus untuk mendengarkan cerita, biasakan juga untuk meminta pendapat darinya dari masalah yang anda hadapi (red: kalau ini harus bijak ya jangan semua di ceritakan). Hindari langsung menghakimi cerita anak atau tergesa-gesa menasehati, biarkan dia bercerita sesuai dengan pemahamannya baru berikan pendapat kita.
Semua kebiasaan ini perlu di lakukan sejak kecil, karena sangat kecil kemungkinan jika sudah dekat dan terbiasa komunikasi sejak kecil tiba - tiba jadi pendiam dan bermusuhan pasti ada sebab. Begitu sebaliknya jika sejak awal memang tidak terbangun komunikasi maka akan sulit membuat anak bercerita saat dewasa. Sulit ya bukan tidak mungkin, jadi harus ada usaha lebih untuk membangun kedekatan agar anak mudah diajak kerjasama, mudah bercerita, dan mudah menerima masukan yang diberikan.

Komentar
Posting Komentar